Katarak sering dianggap sebagai masalah penglihatan yang hanya muncul pada usia lanjut. Padahal, kekeruhan lensa mata juga dapat terjadi pada orang muda, terutama jika ada faktor keturunan, cedera mata, penyakit tertentu, atau penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang. Karena berkembang secara bertahap, keluhannya kadang disangka sekadar mata lelah atau perubahan ukuran kacamata.
Memahami cara mencegah katarak di usia muda dengan langkah sederhana berarti mengenali faktor risiko yang bisa dikendalikan. Tidak semua katarak dapat dicegah, tetapi kebiasaan sehat dan perlindungan mata dapat membantu mengurangi risiko serta mendeteksi gangguan penglihatan lebih awal.
Mengenal Katarak dan Faktor Risikonya
Katarak adalah kondisi ketika lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Akibatnya, cahaya tidak dapat diteruskan dengan baik ke retina sehingga penglihatan tampak berkabut, warna terlihat memudar, atau mata lebih mudah silau. Katarak berbeda dari kelainan ukuran kacamata, meskipun keduanya sama-sama dapat menyebabkan pandangan kabur.
Pada usia muda, katarak dapat berkaitan dengan kelainan bawaan atau genetik, diabetes, peradangan di dalam mata, cedera, dan penggunaan kortikosteroid tertentu. Kebiasaan merokok serta paparan sinar ultraviolet juga merupakan faktor risiko yang penting diperhatikan. Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti terkena katarak, tetapi menjadi alasan untuk lebih menjaga kesehatan mata.
7 Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risiko Katarak
1. Lindungi Mata dari Sinar Ultraviolet
Saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, gunakan kacamata hitam berlabel UV400 atau perlindungan 99–100% terhadap UVA dan UVB. Warna lensa yang gelap saja tidak menjamin adanya perlindungan UV, sehingga informasi pada produk lebih penting daripada tampilannya.
Pilih bingkai yang cukup menutupi area mata dan tambahkan topi bertepi lebar jika diperlukan. Kebiasaan ini terutama berguna bagi orang yang sering berkendara, bekerja di luar ruangan, atau berolahraga di bawah matahari. Perlindungan tetap relevan saat mendung karena sebagian sinar UV masih dapat menembus awan.
2. Berhenti Merokok dan Hindari Asap Rokok
Merokok meningkatkan risiko sejumlah penyakit mata, termasuk jenis katarak tertentu. Zat dalam rokok dapat memperbesar stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan jaringan tubuh, termasuk lensa mata.
Jika masih merokok, mulai dengan menetapkan target berhenti dan mengenali situasi yang memicu keinginan merokok. Mintalah dukungan keluarga atau konsultasikan bantuan berhenti merokok kepada tenaga kesehatan jika terasa sulit. Hindari pula paparan asap rokok di rumah dan tempat kerja demi kesehatan secara keseluruhan.
3. Kelola Gula Darah dengan Baik
Diabetes dapat menyebabkan katarak muncul lebih dini. Kadar gula darah yang tinggi memengaruhi metabolisme lensa dan dapat mempercepat perubahan yang mengganggu kejernihannya.
Bagi penderita diabetes, jalani pengobatan sesuai arahan dokter, pantau gula darah sebagaimana dianjurkan, serta pertahankan pola makan dan aktivitas fisik yang sesuai kondisi. Jika memiliki faktor risiko diabetes atau gejala seperti sering haus dan sering buang air kecil, konsultasikan kebutuhan pemeriksaan. Jangan menunggu pandangan kabur untuk mulai memperhatikan kesehatan metabolik.
4. Utamakan Makanan Bergizi Seimbang
Sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sumber protein bergizi membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk mata. Variasikan menu dengan sayuran hijau, wortel, tomat, jeruk, ikan, telur, atau pilihan lain yang mudah ditemukan dan sesuai kebutuhan.
Tidak ada satu makanan yang dapat menjamin seseorang bebas katarak. Suplemen antioksidan dosis tinggi juga belum terbukti sebagai cara yang andal untuk mencegah katarak. Utamakan makanan sehari-hari dan gunakan suplemen hanya bila ada kebutuhan atau anjuran tenaga kesehatan.
5. Gunakan Obat Steroid Sesuai Pengawasan Dokter
Penggunaan kortikosteroid tertentu, terutama dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko katarak. Besarnya risiko dipengaruhi jenis obat, dosis, lama penggunaan, dan cara pemberiannya. Karena itu, jangan membeli atau memakai tetes mata steroid sendiri untuk mengatasi mata merah.
Jika sedang mendapatkan terapi steroid, diskusikan kebutuhan pemantauan mata dengan dokter. Jangan menghentikan atau mengurangi obat secara mendadak tanpa arahan, karena obat tersebut mungkin dibutuhkan untuk mengendalikan penyakit dan penghentian mendadak dapat berbahaya.
6. Cegah Cedera saat Bekerja dan Berolahraga
Benturan atau luka pada mata dapat memicu katarak traumatik, baik segera maupun bertahun-tahun setelah kejadian. Gunakan pelindung mata yang sesuai ketika menggerinda, memotong material, menangani bahan kimia, atau mengikuti olahraga dengan risiko benturan.
Kacamata biasa belum tentu memiliki ketahanan benturan yang memadai. Pilih alat pelindung sesuai jenis kegiatan dan standar keselamatan tempat kerja. Jika mata mengalami benturan keras, tertusuk, atau terkena bahan kimia, segera cari pertolongan medis meskipun keluhannya tampak ringan.
7. Periksakan Mata Sesuai Faktor Risiko
Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata membantu menemukan katarak dan gangguan lain yang mungkin belum menimbulkan keluhan jelas. Jadwal pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia, riwayat keluarga, penyakit penyerta, penggunaan obat, dan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Orang dengan diabetes, riwayat cedera mata, atau penggunaan steroid jangka panjang mungkin membutuhkan pemantauan lebih sering. Tanyakan interval yang tepat kepada dokter, bukan hanya mengandalkan pemeriksaan ukuran kacamata.
Apakah Mengurangi Waktu Layar Mencegah Katarak?
Penggunaan layar pada aktivitas sehari-hari belum terbukti sebagai penyebab katarak. Menatap layar terlalu lama lebih sering berkaitan dengan mata kering, rasa lelah, dan ketidaknyamanan. Beristirahat secara berkala serta cukup berkedip dapat membantu kenyamanan, tetapi bukan metode khusus untuk mencegah atau menyembuhkan katarak.
Kenali Keluhan yang Perlu Diperiksakan
Jadwalkan pemeriksaan jika muncul keluhan berikut:
- Pandangan berkabut atau kabur yang menetap.
- Silau berlebihan, terutama saat melihat lampu pada malam hari.
- Warna tampak lebih pudar atau kekuningan.
- Ukuran kacamata sering berubah tanpa penglihatan menjadi benar-benar nyaman.
Penurunan penglihatan mendadak atau nyeri mata hebat bukan gejala khas katarak biasa dan memerlukan pertolongan segera. Jika katarak sudah mengganggu aktivitas, dokter dapat mempertimbangkan operasi tanpa harus menunggu katarak menjadi matang. Belum ada tetes mata, latihan mata, atau ramuan yang terbukti dapat menghilangkan katarak.
Menjaga mata sejak muda tidak membutuhkan kebiasaan yang rumit. Mulailah dari perlindungan UV, berhenti merokok, pengelolaan penyakit, dan penggunaan obat secara aman. Langkah konsisten ini membantu mengendalikan faktor risiko, sementara pemeriksaan yang tepat memastikan perubahan penglihatan tidak diabaikan.